Senin, 21 Maret 2016

Buah yang bagus untuk diet

Ada beberapa buah yang bagus untuk diet yang dapat membantu menurunkan berat badan secara alami. Kaya akan serat yang membantu mengefisienkan pencernaan dan rendah kalori menjadi alasan utama buah-buahan tersebut cocok untuk dikonsumsi selama melakukan program diet. Hampir seluruh program diet yang sehat dan ideal menganjurkan konsumsi buah-buahan. Sayuran dan buah-buahan menjadi salah satu yang wajib dalam menu diet mayo. Mengonsumsi buah saat tidak melakukan diet pun akan membuat berat badan terjaga dan tubuh tidak melar.



Selain untuk tujuan diet, kandungan gizi dan vitamin yang ada di dalam berbagai jenis buah-buahan juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Jadi pada dasarnya mengonsumsi buah bukan hanya ditujukan atau diwajibkan untuk orang yang sedang diet saja, tetapi juga untuk semua orang sehat agar tetap bisa menjaga kesehatannya. Diet sehat adalah sebuah program yang mengatur pola makan dan pola hidup untuk menjadi lebih sehat dan lebih baik yang bertujuan agar berat badan berlebih bisa segera berkurang. Banyak sekali program diet yang diciptakan dan sudah dipublikasikan. Akan tetapi, ternyata juga cukup banyak orang yang program dietnya gagal. Kira-kira apa penyebabnya?

Mengonsumsi Buah yang Bagus untuk Diet Agar Berat Badan Cepat Turun
Sebagian besar kesalahan yang biasanya dilakukan oleh seseorang yang pada akhirnya gagal di akhir program dietnya adalah mereka yang tidak mengimbanginya dengan pola makanan yang sehat dan juga tidak diimbangi dengan berolahraga. Terkadang ada orang yang benar-benar tidak suka buah dan hanya mengonsumsi sayur. Meskipun kelihatannya sepele, tetapi peranan buah tentu tidak bisa digantikan sepenuhnya dengan sayuran. Berolahraga secara rutin selama Anda menjalankan program diet juga sangat penting. Hal-hal inilah yang menjadi kunci sukses menguruskan badan secara alami.

Lalu, buah apa saja yang cocok untuk membantu menurunkan berat badan? Berikut selengkapnya.

1. Pisang

Buah pisang adalah salah satu jenis buah yang sangat mudah ditemukan di daerah-daerah tropis seperti di Indonesia. Dan di sekitar rumah Anda, Anda juga pasti tidak akan kesulitan menemukan pohon pisang atau penjual buah pisang. Pada dasarnya banyak sekali manfaat atau khasiat yang bisa Anda dapatkan dari buah pisang ini. Dan salah satu manfaatnya adalah untuk melancarkan program diet Anda. Pisang memiliki kandungan serat dan tinggi dan juga sangat rendah kalori, sehingga sampai saat ini buah pisang masih menjadi buah yang bagus untuk diet dan banyak disukai oleh orang karena rasanya yang juga lezat. Selain itu buah yang identik dengan warna kuning atau hijau ini juga mengandung karbohidrat kompleks yang baik untuk diet.

2. Apel

Buah yang bagus untuk diet selanjutnya adalah buah apel. Jenis buah yang terkadang berwarna merah, hijau atau kuning ini adalah salah satu buah yang rasanya lezat dan nikmat untuk dibuat menjadi berbagai olahan. Sebut saja jus apel, keripik apel, dan sebagainya. Buah apel ini adalah jenis buah yang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan sangat baik dikonsumsi sehari-hari. Bagi Anda yang sedang menjalankan program diet, Anda bisa mengganti camilan Anda dengan buah apel. Sama seperti buah pisang, apel juga mengandung serat yang tinggi sehingga bagus untuk pencernaan. Selain itu, tanpa Anda sadari ketika Anda menggigit buah apel, buah apel bisa menjaga kesehatan gigi Anda.

3. Pepaya

Buah pepaya adalah salah satu buah pendamping diet yang sangat bagus dan banyak manfaatnya. Seperti yang kita ketahui bersama, buah pepaya adalah salah satu jenis buah yang kandungan seratnya sangat tinggi sehigga dengan mengonsumsi buah pepaya Anda juga bisa membantu memelihara kesehatan pencernaan Anda. Lalu apa hubugannya dengan diet? Tentu saja ada, jadi jika saluran pencernaan bekerja dengan baik, maka tumpukan lemak yang ada di dalam tubuh pun akan ikut terbuang dari tubuh dan proses penurunan berat badan semakin cepat. Selain untuk orang yang sedang diet, bagi Anda yang baru saja hamil atau para lansia buah pepaya sangat banyak manfaatnya untuk melancarkan buang air besar.

Rabu, 08 Juli 2015

Kaki bengkak setelah melahirkan ,tips bagaimana cara mengatasi nya

Kaki bengkak setelah melahirkan merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh wanita setelah melahirkan.  Kaki bengkak ini ternyata tidak saja terjadi pada wanita yang sedang hamil melainkan dapat menetap hingga anda melahirkan sang buah hati. Dalam istilah medis, kondisi kaki bengkak yang tetap terjadi setelah seorang wanita melahirkan ini disebut dengan edema post partum. Lalu berbahayakah jika hal ini terjadi? Berbahaya atau tidaknya kondisi ini ditentukan oleh penyebab yang mendasarinya. Penyebab kaki bengkak setelah melahirkan bisa bermacam-macam, hal ini bisa merupakan kondisi yang normal terjadi maupun  kondisi  yang harus diwaspadai oleh ibu karena berhubungan dengan masalah kesehatan. Untuk itu simaklah pembahasan mengenai penyebab kaki bengkak setelah melahirkan di bawah ini dan juga cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk mengurangi keluhan ini!



Waspadai penyebab kaki bengkak setelah melahirkan.
Kaki yang bengkak setelah proses melahirkan tentu saja mengganggu, bagaimana tidak ukuran kaki yang tidak proporsional ini sering membuat kita susah untuk menggerakannya karena beratnya yang ikut bertambah. Dalam pembahasan berikut ini akan dijelaskan beberapa kemungkinan penyebab yang mendasari kaki bengkak setelah melahirkan.

Gangguan sirkulasi
Gangguan sirkulasi pada seorang wanita hamil merupakan hal yang biasa terjadi. Bagaimana tidak, saat sedang hamil ukuran rahim seorang wanita akan bertambah besar sesuai dengan ukuran kehamilannya dan hal ini dapat mengganggu aliran darah balik dari tungkai ke jantung. Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar wanita hamil mengalami bengkak pada kedua tungkainya dan ini dapat menetap beberapa saat setelah melahirkan.

Perubahan hormonal
Masalah hormonal adalah faktor yang paling sering dibahas ketika kita membahas kelainan pada tubuh seorang perempuan. Saat seorang wanita menjalani proses kehamilan, terjadi lonjakan hormonal di dalam tubuhnya yang memang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan sang buah hati di dalam kandungan. Salah satu hormon yang kadarnya tinggi dalam tubuh seorang wanita saat sedang hamil adalah progesteron.

Hormon progesteron ini memiliki efek lain berupa retensi air dan juga ion natrium di dalam tubuh. Hal inilah yang menyebabkan mengapah banyak wanita yang mengalami bengkak selama kehamilannya. Kemungkinan besar kadar hormon progesteron di dalam tubuh seorang wanita yang baru melahirkan belum kembali normal seperti biasanya, sehingga hal ini dapat menyebabkan kaki bengkak setelah melahirkan.

Proses alami tubuh saat melahirkan
Ternyata proses melahirkan itu sendiri merupakan salah satu penyebab bengkak kaki yang terjadi setelah melahirkan, hal ini terutama terjadi pada proses melahirkan normal (tanpa operasi). Saat proses persalinan normal, seorang ibu akan berulang kali mengedan untuk membantu sang bayi keluar dari dalam rahim. Proses inilah yang akan menyebabkan  tekanan tinggi di dalam perut dan berlanjut pada distribusi cairan ke tungkai maupun tangan, sehingga bengkak juga masih dapat dirasakan setelah proses melahirkan.

Selain itu bagi sebagian ibu yang melahirkan melalui proses operasi, pemasangan infus guna menjaga asupan caian ketika melalui operasi terkadang dapat menyebabkan berlebihnya cairan di dalam tubuh ibu dan berujung pada kondisi bengkak di tungkai yang menetap beberapa saat setelah melahirkan. Akan tetapi perlu ibu ketahui, bahwa proses ini dapat terjadi sebagai respon normal tubuh saat menghadapi proses melahirkan dan bukan merupakan sebuah efek samping yang harus ditakuti.

Penyakit hipertensi pada kehamilan
Penyakit hipertensi pada kehamilan juga merupakan salah satu kondisi medis yang perlu diperhatikan jika ibu mengalami kaki bengkak setelah melahirkan. Sebagai wanita yang pernah hamil, tentu tidak asing jika tenaga kesehatan terutama bidan dan dokter sangat memperhatikan kondisi ini. Penyakit hipertensi pada kehamilan ini memang sangat mengkhawatirkan, selain karena membahayakan kondisi janin dan ibunya penyakit ini dapat mengganggu kesehatan sang ibu bahkan setelah proses melahirkan dan juga pada kehamilan berikutnya.

Untuk itu penting bagi setiap ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya kepada petugas kesehatan baik bidan maupun dokter. Pemeriksaan kandungan yang dianjurkan oleh pemerintah adalah minimal empat kali selama kehamilan, yakni satu kali pada 3 bulan pertama (trimester I), satu kali pada 3 bulan kedua (trimester II) dan dua kali pada 3 bulan terakhir (trimester III).

Cara sederhana mengatasi kaki bengkak setelah melahirkan.
Setelah membahas beberapa penyebab kaki bengkak yang menetap setelah melahirkan di atas, sekarang saatnya kita membahas beberapa tips sederhana yang bisa kita gunakan untuk mengurangi keluhan ini.

Posisikan kaki lebih tinggi dari dada. Hal ini dapat membantu mengurangi gejala kaki bengkak, karena mempermudah aliran balik darah dari tungkai kembali ke jantung. Anda bisa melakukannya jika tidak sedang menyusui sang buah hati, sambil bersantai ataupun sambil tidur.
Hindari berdiri maupun menyilangkan kaki anda dalam waktu lama. Berdiri dalam waktu yang terlalu lama maupun menyilangkan kaki saat sedang duduk, dapat menyebabkan aliran darah dari tungkai menjadi terhambat dan dapat memperberat keluhan bengkak pada kaki.
Massage atau dipijat. Dengan dipijat ataupun melakukan sedikit peregangan pada tungkai dan pergelangan kaki, sebenarnya kita membantu memperlancar aliran darah di daerah tersebut dan hal ini baik untuk mengurangi keluhan kaki bengkak setelah melahirkan.
Jangan konsumsi garam berlebih. Hal ini penting diperhatikan karena ion natrium yang terkandung dalam garam memiliki efek menarik air. Jika anda tidak menjaga asupan garam selama kehamilan maupun beberapa saat setelah melahirkan, maka keluhan kaki bengkak akan sulit ditanggulangi.
Jangan menahan buang air kecil. Banyak wanita yang baru saja melahirkan merasa takut untuk berkemih karena berpikir luka bekas melahirkan maupun bekas jahitan akan sulit kering. Akan tetapi dengan berkemih, anda sebenarnya membantu proses alami tubuh untuk membuang kelebihan cairan loh!
Setelah membahas beberapa penyebab dan juga tips sederhana yang bisa anda praktekkan di rumah guna mengatasi kaki bengkak setelah melahirkan, anda tidak perlu terlalu khawatir. Sebagian besar dari proses yang terjadi merupakan proses alami yang merupakan sisa dari perubahan dalam tubuh seorang wanita saat sedang hamil 9 bulan. Proses yang mendasarinya tidak lain adalah kelebihan jumlah cairan di dalam tubuh wanita hamil dan tentu saja butuh waktu yang cukup bagi tubuh anda untuk mengatasinya.

Dalam waktu beberapa hari, tubuh anda akan kembali meregulasi kelebihan cairan ini dengan berbagai proses alami yang tentu saja tidak akan mengganggu proses menyusui maupun kesehatan anda. Akan tetapi jika selama menjalani kehamilan, anda memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti tekanan darah tinggi maupun kondisi bengkak yang tak kunjung membaik setelah 1-2 minggu pasca melahirkan, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Demikian artikel penyebab kaki bengkak setelah melahirkan dan cara mudah mengatasinya ini dibuat, semoga bermanfaat bagi kita semua!

Sabtu, 21 Maret 2015

Obat batuk herbal alami di sekitar kita

Obat batuk herbal untuk anak memang merupakan pilihan yang paling banyak dicari oleh orang tua guna mengurangi keluhan batuk pada sang buah hati. Sebagai negara dengan begitu banyak sumber rempah-rempah yang tersebar hampir di seluruh pelosok negeri ini, tentu saja tidak sulit untuk menemukan ramuan herbal guna mengurangi batuk pada anak.

Sesuai dengan keluhan batuk yang dirasakan oleh anak, beberapa jenis obat batuk herbal ternyata mampu mengurangi keluhan batuk yang spesifik seperti jahe yang bisa menjadi obat batuk berdahak anak. Melihat banyaknya pilihan terapi herbal yang bisa digunakan, ibu diberi kemudahan untuk bisa memilih sesuai dengan kesukaan anaknya masing-masing dan tidak perlu mencoba semua jenis tanaman herbal ini. Di dalam artikel ini kita akan membahas tanaman-tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat batuk herbal untuk anak dan juga bagaimana cara pengolahannya.

Beberapa Tanaman yang Berkhasiat sebagai Obat Batuk Herbal untuk Anak
Batuk dan flu merupakan keluhan dari sistem pernapasan yang paling banyak ditemui baik bagi orang dewasa maupun anak. Batuk sendiri merupakan salah satu respon tubuh manusia untuk menghindari maupun guna mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam saluran nafas. Di bawah ini terdapat sejumlah tanaman herbal yang bisa anda buat sendiri di rumah guna mengurangi keluhan batuk pada anak.

Jahe
Jahe merupakan tanaman herbal alami yang sangat mudah ditemui di negara kita. Jahe sendiri merupakan salah satu tanaman rimpang berbentuk jemari dengan ruas pada bagian tengahnya yang termasuk dalam suku Zingiberaceae. Tanaman ini sudah lama diketahui memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan maupun kecantikan.

Pemanfaatannya sebagai obat batuk herbal untuk anak, jenis tanaman ini dapat digunakan sendiri, selain itu juga dapat  anda campurkan dengan kencur guna mendapatkankan efek maksimal. Cara membuatnya juga mudah, siapkanlah jahe dan kencur masing-masing dengan ukuran sebesar ibu jari, lalu dimemarkan dan direbus dengan menggunakan air kurang lebih sebanyak satu gelas. Setelah itu, tunggulah hingga air dari rebusan jahe dan kencur ini hanya tersisa setengahnya saja.

Setelah itu ramuan herbal jahe dan kencur sudah bisa disajikan selagi hangat dan guna menambah rasa pada ramuannya anda bisa menambahkan satu sendok madu atau  perasan jeruk nipis ke dalamnya. Baik jahe maupun kencur memiliki efek menghangatkan tenggorokan yang sedang meradang saat sang anak mengalami batuk.

Jeruk nipis
Siapa yang tidak mengetahui tanaman berbentuk bulat dengan warna hijau yang khas ini. Tanaman yang berasal dari genus Citrus ini memang dikenal memiliki banyak manfaat. Selain sebagai obat batuk yang aman baik bagi orang dewasa maupun anak dan sudah dikenal sejak dahulu, jeruk nipis juga diketahui memiliki efek yang baik untuk menurunkan berat badan dan kecantikan.

Cara mengolah jeruk nipis jika kita ingin menggunakannya sebagai obat batuk herbal untuk anak juga sangat mudah.  Anda cukup menyiapkan perasan jeruk nipis sebanyak satu sendok makan dan dicampur dengan kecap manis kemudian dikonsumsi oleh sang buah hati. Bagi anak yang kurang menyukai kecap manis, anda bisa menggantinya dengan madu.

Selain itu anda bisa membuat minuman hangat dengan cara mencampurkan perasan jeruk nipis ke dalam air hangat dan tambahkan satu sendok madu ke dalamnya. Minuman ini dapat dinikmati anak guna mengurangi rasa gatal di tenggorokan yang sering menyertai keluhan batuk.

Madu
Tanaman herbal berikut yang bisa dipilih dan digunakan sebagai obat batuk herbal untuk anak adalah madu. Madu diduga memiliki efek guna mengurangi infeksi bakteri dan juga proses radang yang terjadi pada tenggorokan. Madu dengan konsistensi yang kental mampu melapisi saluran tenggorokan dan mengurangi rasa gatal dan nyeri pada tenggorokan.

Akan tetapi perlu dicatat bahwa madu tidak dianjurkan pada bayi dengan usia di bawah satu tahun, mengingat daya tahan tubuhnya yang belum sempurna dan dapat berisiko terkena botulisme karena spora Clostridium botulinum penyebab botulisme pada anak yang banyak ditemukan di dalam beberapa produk madu.

Pengolahan madu sebagai obat batuk untuk anak juga tidak sulit, seperti sudah dijelaskan di atas anda dapat mencampurkan madu dengan berbagai jenis ramuan lainnya karena rasa madu yang manis dan disukai oleh anak-anak.

Minyak tradisional
Keluhan batuk yang dirasakan oleh anak biasanya disertai dengan nyeri pada tenggorokan maupun daerah dada terutama bagi mereka yang mengalami batuk kering. Ramuan minyak tadisional maupun minyak kemasan yang sudah banyak dipasarkan di sekitar anda dapat digunakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman di dada.

Selain itu dengan mengoleskan minyak tradisional ini ke daerah punggung dan dada sang buah hati, mereka akan merasa lebih nyaman karena rasa hangat yangdiberikan oleh penggunaan minyak tersebut. Ramuan minyak ini juga sangat aman bila ingin digunakan anak dengan usia berapapun.

Apakah Semua Jenis Obat Herbal di Atas Cocok untuk Berbagai Jenis Batuk?
Setelah membahas sejumlah hal yang berguna guna mengurangi keluhan batuk maupun gejala penyerta yang dimilikinya, akan timbul pertanyaan apakah semua ramuan di atas dapat digunakan untuk menyembuhkan batuk pada anak?

Jawabannya tanaman herbal di atas telah terbukti dapat mengurangi keluhan batuk yang dirasakan sang buah hati, akan tetapi untuk mengobati penyakit yang mendasari keluhan batuk tersebut anda tetap perlu mempertimbangkan anjuran dari dokter. Seperti yang sudah sempat dibicarakan di atas batuk merupakan respon yang diberikan oleh tubuh terhadap proses radang maupun benda asing di dalam saluran nafas kita dan bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri.

Sebagian besar keluhan batuk dan flu pada anak disebabkan oleh infeksi saluran nafas bagian atas (ISPA) yang disebabkan oleh berbagai organisme penyebab. Infeksi virus merupakan infeksi yang paling banyak ditemui pada kasus ISPA dan diikuti oleh infeksi bakteri. Pada infeksi virus, asupan cairan dan nutrisi yang adekuat bagi sang buah hati sudah sangat membantu guna mempercepat proses penyembuhan. Penggunaan tanaman herbal di atas juga dapat mengurangi keluhan dan membuat proses penyembuhan lebih cepat.

Berbeda dengan infeksi virus, pada kasus-kasus yang disebabkan oleh infeksi bakteri beberapa intervensi medis seperti pemberian obat biasanya perlu dilakukan oleh dokter, guna menghindari penyebaran infeksi ke saluran nafas bagian bawah yang justru sangat berbahaya bagi sang buah hati. Penggunaan tanaman di atas sebagai obat batuk anak kembali lagi lebih diindikasikan untuk mengurangi gejala batuk dan nyeri tenggorokan.

Untuk itu bagi setiap orang tua dan ibu yang mengurus anak di rumah, penggunaan tanaman-tanaman herbal seperti di atas memang diperlukan guna mengurangi keluhan sang buah hati. Akan tetapi perlu diperhatikan, anda harus bijak memutuskan kapan harus membawa anak anda ke dokter terutama jika keluhannya tidak membaik. Semoga artikel tentang obat batuk herbal untuk anak ini bermanfaat dan selamat mencoba!